Text
Tinjauan Kritis Pemikiran Sekularisme Dari Perspektif Apologetika Presuposisi Cornelius Van Til
Beberapa survei analisa telah menunjukkan bahwa kehidupan yang beriman pada masyarakat Barat telah mengalami pergeseran dari yang percaya kepada tuhan yang berotoritas dan berdaulat berubah menjadi kehidupan yang meninggalkan Tuhan dan menggantikan otoritas Tuhan dengan yang lainnya. Hal ini berkaitan dengan semangat ideologi sekularisme yang muncul sebagai antitesis gerakan Reformasi dengan semangat sola scriptura (kembali kepada firman Tuhan). Sekularisme adalah sebuah ideologi atau wawasan dunia yang berfungsi sama seperti agama atau bentuk kepercayaan baru. Sekularisme telah menurunkan agama ke tingkat yang tergantikan dan menganggap bahwa agama merupakan kekuatan irasional yang harus dibuang dari ruang publik. Ideologi sekularisme ini berkontradiksi dengan pandangan dunia Kristen seperti yang dikemukakan oleh Cornelius Van Til dalam apologetikanya bahwa seluruh dunia ruang-waktu berutang atas keberadaannya kepada kehendak Tuhan. Dengan kata lain, alam semesta tidak mendapat eksistensinya dari sumber lain mana pun selain dari Allah. Dalam perspektif apologetika Van Til jelas menyatakan bahwa seperti sebagaimana pemikiran non-Kristen lainnya, pemikiran sekularisme yang menekankan kepada kebebasan pikiran pribadi diantaranya logika yang tidak mengacu kepada Tuhan, superior rasional dan individualisme berkontradiksi dengan prinsip kekristenan dengan menolak Tuhan Alkitab sebagai Allah sang Penguasa yang berdaulat atas segala perkara dan pemegang otoritas tertinggi atas pemikiran dan setiap aspek kehidupan manusia. Apologetika presuposisi mengkritisi bahwa sekularisme telah menggantikan posisi sang Pencipta sebagai penguasa sejati yang berotoritas, yang tidak terbatas, kekal, dan tidak berubah dengan manusia sebagai ciptaan yang bersifat derivatif, terbatas, sementara dan dapat berubah sehingga menyebabkan prinsip sekularisme tidak konsisten terhadap satu dengan yang lainnya.
Tidak tersedia versi lain